Bila seseorang telah mengidap penyakit yang satu ini yaitu KEMALASAN maka semua hasil yang dicapai pastilah tidak memuaskan baik dirinya sendiri ataupun orang lain. Apapun contohnya seperti seseorang mencari ilmu ataupun bekerja untuk mencari nafkah tetap saja hasilnya tidak optimal.
Tanyakan kepada seluruh orang di dunia ini dengan pertanyaan, apakah Anda termasuk golongan orang yang malas? Pastilah jawabannya lebih banyak yang menjawab tidak daripada menjawab ya. Pertanyaan susulannya mengapa banyak orang selalu menjawab tidak, padahal orang lain menilai orang tersebut harusnya menjadi golongan orang malas. Apakah Anda dapat menjawabnya?
Sulit memang bagi yang sekarang masih mengidap penyakit tersebut. Untuk yang tidak mengidap penyakit tersebut memang mudah sekali. Ok, baiklah. Menurut saya, kemalasan timbul selalu dipandang dari orang lain dan tidak pernah dipandang dari orang yang dikatakan malas tersebut. Karena setiap orang di dunia ini selalu menilai dirinya sendiri dari apa yang dipikirkan itu mampu untuk dikerjakan walaupun itu dalam hal masih tahap imajinasi. Buktinya yaitu bila seseorang melakukan wawancara untuk tes masuk kerja dan ditanya, berapa gaji yang Anda inginkan? Pastilah jawabannya, contoh Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Mengapa orang tersebut meminta gaji sebesar itu, tidak lain karena orang tersebut menganggap dirinya mampu melakukan apa yang akan dikerjakan nantinya di perusahaan tersebut. Mungkin karena dia sudah berpengalaman ataupun alasan yang lainnya tetapi itu semua masih dalam tahap imajinasi karena orang tersebut masih belum tahu kondisi perusahaan tersebut.
Sekarang bagaimana bila dilihat dari sudut pandang orang lain atau dari yang akan menggaji. Silahkan Anda menilai diri Anda sendiri dari apa yang dipikirkan mampu untuk Anda kerjakan. Tetapi ingat, orang lain tidak pernah menilai seperti itu pada diri Anda. Orang lain selalu menilai diri Anda dengan apa yang sudah Anda hasilkan. Saya teruskan analogi orang yang sedang wawancara untuk tes masuk kerja. Orang yang menggaji selalu akan merendahkan gaji yang Anda minta karena mereka ingin mengetahui terlebih dahulu hasil yang Anda capai selama kurung waktu tertentu, baru setelah itu mungkin akan ada kenaikkan gaji. Artinya hampir sebagian orang menilai orang lain dari apa yang sudah dihasilkan.
Ingat, mengapa seseorang mengatakan (maaf) kamu “bodoh”, sumpah serapah, atau kata-kata kebun binatangnya kepada orang lain dan kita selalu sakit hati bila mendengarkannya. Jawabannya yaitu karena kita menilai diri kita tidak seperti yang dikatakan orang tersebut kepada kita, tetapi hasil yang kita berikan kepada orang lain itu tidak seperti yang kita pikirkan tadi.
Inilah yang saya katakan bahwa cara menilai diri Anda sendiri dan orang menilai diri Anda selalu tidak sama. Nah, pertanyaannya sekarang bagaimana agar orang lain sama dalam menilai diri Anda sendiri?
Mudah, gunakan cara yaitu bila Anda berpikir akan melakukan sesuatu hal, saat itu juga lakukan. Jadi bukan segera dilakukan tetapi saat itu juga lakukan. Kenapa saya katakan seperti itu? Begini penjelasannya, saat Anda berpikir sesuatu tersebut maka pasti itulah kemampuan Anda yang terbaik (ingat, yang saya katakan di atas bahwa Anda selalu menilai diri Anda sendiri dari apa yang Anda pikir itu bisa). Nah, bila itu Anda lakukan saat itu juga maka akan keluar daya kreasi dari alam pikiran Anda yang masih belum tercampur oleh faktor kemalasan sehingga akan menghasilkan sesuatu yang diluar dugaan Anda. Karena hasil yang diluar dugaan tersebut maka orang lain menilai hasil karya Anda juga akan baik sehingga orang lain mengeluarkan kata-kata seperti:
- Dia itu pintar
- Dia itu pengalaman
- Dia itu kreatif
- Dia itu rajin atau yang lainnya
Karena hasil yang Anda lakukan juga dinilai orang lain sama nilainya dengan apa yang Anda lakukan. Memang tidak mudah untuk melakukannya. Mohon ingat dari judul blog ini yaitu WAKTUNYA UNTUK PERUBAHAN….. Jadi semua bersumber dari Anda sendiri karena saat Anda berpikir, saat itu juga dalam hitungan detik faktor kemalasan akan tumbuh dengan tambahnya waktu sehingga daya kreasi Anda yang begitu murni akan hilang karena terhapus oleh gen kemalasan yang terdapat disetiap tubuh manusia. Selamat berjuang!
SEMOGA BERMANFAAT.
Filed under: umum

Kita harus menyingkirkan pikiran kita tentang mau hasil yang besar tanpa usaha yang keras. sebab secara teoritis kita tahu ada usaha ada hasil, dan itupun seberapa besar atau keras usaha kita untuk menghasilkan sesuatu yang memuaskan baik bagi diri kita maupun orang lain.
Dalam agama islam kan udah dijelaskan..ibadahlah seakan2 kamu mati besok dan bekerjalah seakan2 kamu hidup seribu tahun lagi..jadi tidak ada alasan bgi kita untuk bermalas2an kalo kita mengaku orang islam..
Apakah normal atau tidak, jika suatu saat rajin banget sampai bekerja tak kenal lelah, tapi pada suatu saat malas keterusan … ?
Bagaimana solusinya ?
” Menurut saya, kondisi seperti itu normal adanya karena sejak lahir kita membawa sifat bosan, tetapi disitulah seni dari belajar menuju ke perubahan. bagaimana kita memerangi watak kita. Menurut saya, watak seseorang itu dapat diubah karena didalam watak terdapat nafsu yang harus kita taklukan. Apa tidak begitu?