Bila Anda berprofesi sebagai pemimpin atau pengajar maka sering kali Anda harus mendengar bawahan Anda atau murid Anda baik itu keluhan, ide, ataupun yang lainnya. Pernahkah Anda melihat seseorang saat melihat suatu film hingga orang tersebut menangis mungkin karena terharu atau perasaan yang lainnya?
Sekarang saya akan mencoba mengupas kata empati, kata empati berasal dari Yunani yaitu em dan phatos. Em berarti menyelam dan phatos berarti rasa atau hati sehingga empati berarti menyelami hati sedangkan simpati yaitu sim dan phatos. Sim berarti sama sehingga simpati berarti menyamakan rasa atau hati.
Jadi bila Anda mendengarkan seseorang bercerita dan orang tersebut menangis sehingga Anda juga ikut menangis karena hanyut akan cerita tersebut maka dapat dikatakan Anda bersimpati dengan orang tersebut. Bila sebaliknya maka Anda dikatakan berempati. Masalahnya yaitu apakah sesederhana itu, jawabannya tidak. Karena seseorang dikatakan telah empati saat mendengar bila menggunakan empat unsur, yaitu:
1. Telinga
2. Mata
3. Hati
4. Persamaan Raja
Telinga, digunakan untuk mendengarkan sehingga saat kita berempati maka Anda harus mendengarkan lawan bicara Anda. Mata, digunakan untuk melihat sehingga saat lawan bicara Anda berbicara maka tatap kedua matanya atau diantara keduanya secara santai dan lembut. Hati, digunakan untuk menangkap semua signal dari lawan bicara Anda saat Anda mendengarkan sehingga dengan berupa tata bahasa sendiri Anda mengulang secara garis besar dari pembicaraan lawan bicara Anda. Persamaan Raja, digunakan agar Anda menganggap orang yang berbicara tersebut seperti raja yang sedang berkhotbah sehingga menganggap orang lain seperti orang yang penting.
Bila Anda telah menggunakan keempat unsur di atas maka berilah orang lain lebih dari biasanya dengan dua cara :
1.Ingatlah setiap dua menit sekali, anggukan kapala Anda secara perlahan-lahan
2.Ingatlah setiap dua menit sekali, senyumlah dengan tarik pipi kiri 2cm ke kiri dan tarik pipi kanan 2 cim ke kanan sehingga simetris. Jangan orang lain Anda beri senyuman yang tidak simetris walaupun hanya contoh saat membaca tulisan ini.
Kedua hal di atas merupakan bonus atau sunnah dalam hal Anda mendengar secara empati. Nah, empati berarti Anda berusaha untuk mendengarkan apa yang orang lain katakan dengan selalu menatap matanya secara santai dan berusaha untuk mengerti apa yang dikatakan orang terebut untuk diulang dengan bahasa Anda sendiri secara garis besar dengan selalu menganggap orang yang berbicara tersebut seakan-akan seperti raja yang sedang berbicara.
Mendengar adalah kompetensi yang sangat susah dan mendengar secara empati merupakan kunci pembuka suatu komunikasi. Anda mengetahuinya juga bahwa 90% masalah timbul berawal dari komunikasi yang buruk. Oleh karena itu, seringlah berlatih untuk mendengar secara empati.
SEMOGA BERMANFAAT.
Filed under: umum
